JACK THE GIANT SLAYER

Image  Jack the Giant Slayer, film yang ceritanya berasal dari dongeng anak-anak Jack and the Beanstalk dan Jack the Giant Killer ini sangat bagus dari sisi pengembangan cerita. Namun jika versi kedua dongeng tersebut Jack melawan seorang raksasa, di dalam film dikisahkan tentang sebuah kerajaan besar yang harus menghadapi ratusan raksasa.

Dalam Jack the Giant Slayer, Jack adalah seorang pemuda yang seumur hidupnya terpukau dengan legenda tentang Raja Erik yang berhasil mengalahkan sekawanan raksasa yang turun dari langit dan hendak menjajah negerinya, Cloister. Pada saat yang sama, Isabelle, putri Raja Brahmwell, yang saat itu memerintah Cloister, juga tertarik dengan legenda yang sama.

Ketika paman Jack memintanya menjual satu-satunya kuda miliknya, dia bertemu dengan seorang pastor yang baru saja mencuri biji kacang ajaib di kediaman Lord Roderick, seorang bangsawan yang dijodohkan dengan Isabelle. Pastor itu menukar hasil curiannya dengan kuda Jack untuk melarikan diri. Dia berpesan agar Jack menjaga biji kacang tersebut tetap kering. Paman Jack sangat marah karena Jack pulang tanpa uang, dan membuang biji kacang tersebut.

Sementara di istana, Isabelle berdebat dengan ayahnya. Sang putri ingin mempelajari seluk beluk kerajaan Cloister sementara ayahnya ingin agar ia mempersiapkan diri untuk menjadi istri Lord Roderick. Ketika malam tiba, Isabelle melarikan diri dari istana. Di tengah-tengah hujan deras, Isabelle menemukan sebuah rumah untuk berteduh yang ternyata adalah tempat tinggal Jack.

Karena terkena air hujan, sebutir biji kacang yang dibuang oleh paman Jack tumbuh menjadi pohon raksasa. Rumah Jack dengan Isabelle di dalamnya terbawa ke angkasa seiring dengan pohon yang terus bertumbuh. Jack berjuang keras menarik Isabelle namun usahanya tidak membuahkan hasil.

Mengetahui Isabelle terbawa ke angkasa, Raja Brahmwell segera mengerahkan pasukan untuk menolong putrinya. Jack, Lord Roderick, dan orang kepercayaannya pun turut serta dalam misi penyelamatan tersebut.

Saya terkesan dengan dua adegan yang memperlihatkan karakter Raja Brahmwell sebagai seorang pemimpin sejati.

Adegan pertama, ketika seorang raksasa jatuh dari langit dan mati karena diperdaya oleh Jack. Melihat betapa dekatnya bahaya yang akan menimpa kerajaannya jika para raksasa itu turun ke bumi, Raja Brahmwell menyuruh pasukannya untuk menebang pohon ajaib tersebut untuk memutus jalan antara langit dan bumi, meskipun putrinya masih belum ditemukan. Dia lebih memikirkan keselamatan rakyatnya daripada putri satu-satunya itu.

Kedua, ketika sepasukan raksasa berhasil turun ke bumi untuk menduduki Cloister, di tengah-tengah keadaan yang genting panglima kerajaan meminta para pengawal melarikan Raja Brahmwell ke suatu tempat yang lebih aman. Namun Sang Raja menolak dan memilih bertempur bersama pasukannya melawan raksasa-raksasa kejam tersebut.

Saya jadi berpikir, seandainya di Indonesia ada lebih banyak pemimpin dengan karakter seperti Raja Bramhwell, yang secara tulus lebih mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan kepentingan sekelompok orang tertentu, tidak hanya sekedar slogan dan pencitraan belaka, tentu negara ini akan menjadi lebih baik dan lebih sejahtera.

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s